24 Juli 2009

SYARAT-SYARAT SEORANG NARA SUMBER


Metode penyampaian materi dalam diskusi dari seorang nara sumber tentu harus memenuhi berbagai syarat, karena hal ini berkaitan erat dengan keberhasilan dari seorang narasumber untuk memberikan pemahaman bagi audien atau peserta terhadap esensi materi yang disampaikan. Disisi lain tentunya yang menjadi tantangan adalah variatifnya para peserta, manakala pesertanya homogen tentunya akan lebih mudah untuk menetukan metode penyampaian tetapi pada saat berhadapan dengan peserta yang heterogen dengan berbagai latar belakang pendidikan, keilmuan, lingkungan dan kebiasaan yang berbeda maka jika seorang nara sumber tidak kreatif akan terjebak dalam pola pembelajaran yang monoton dan searah, tingkat partisipasi peserta lemah, peserta mengantuk dan pada akhirnya seorang nara sumber hanya menjadi pengisi waktu atau jadwal dari panitia pengundang minus penambahan wawasan baru bagi peserta.

Berbagai bentuk kegiatan seperti seminar, ceramah umum, lokakarya, semiloka, sosialisasi tentu akan terjadi interaksi antara pembicara/nara sumber dengan peserta dan hal ini tentunya secara umum adalah kualitas pembicara yang dominan menjadi daya tarik terjadinya tanya jawab selain tentu yang materi yang sedang dibahas, diperbincangkan plus semangat peserta dalam mengapresiasi materi tersebut. Jadi pepatah lama ‘the man behind the gun” sangat pas untuk menggambarkan posisi pembicara atau nara sumber dalam suatu seminar, ceramah dan aktifitas pembahasan dan penyampaian materi.

Maka syarat-syarat yang harus dimiliki oleh seorang nara sumber agar dalam proses penyampaian materi menjadi optimal adalah:

1. Pemahaman tentang materi yang akan disampaikan.

Pemahaman terhadap materi yang akan disampaikan adalah hal yang mutlak harus di pahami secara komprehensif oleh seorang nara sumber karena tentunya merupakan tanggung jawab secara moral dan secara keilmuan bahwa yang disampaikan bukan hanya sekedar informasi saja tetapi dapat menjadi bagian pencerahan wawasan untuk para peserta dan menjadi bekal pemahaman peserta secara lengkap,sehingga snowball effect akan terjadi jika para peserta yang memiliki pemahaman lengkap tersebut menyampaikan wawasan baru tersebut kepada teman-temannya, komunitasnya, lingkungannya, minimal kepada anggota keluarganya.

2. Metode pengajaran yang menarik.

Metode pengajaran memiliki peranan yang penting karena berkaitan erat dengan penyerapan dan pemahaman peserta terhadap materi yang disampaikan oleh seorang nara sumber. Metode pengajaran yang umum adalah ceramah, seorang pembicara menyampaikan materi dengan duduk di meja atau berdiri di mimbar. Metode ini lebih cocok untuk bentuk pengarahan atasan kepada bawahan dan tentunya akan minim dengan pertanyaan dan biasanya seorang nara sumber ini adalah seseorang dengan berbagai jabatan dan kedudukan.

Metode yang menarik tentunya bagaimana menciptakan kondisi yang akrab dan membuat peserta tertarik untuk menyimak bukan karena paksaan tetapi karena memang nara sumbernya layak untuk didengar, disimak dan difahami. Diantaranya adalah :

a. Mobilitas, seorang nara sumber tidak berdiri di mimbar atau duduk di mejanya tetapi bergerak untuk berdiri di depan peserta dan atau berkeliling ke belakang peserta dengan tentunya tetap focus kepada materi.

b. Menggunakan ilustrasi dalam kehidupan sehari-hari dalam penyempaian materi sehingga mudah untuk difahami oleh peserta.

c. Menyelipkan humor-humor segar sehingga suasananya mencair dan ceria.

d. Mengkaitkan dengan issue-issue aktual

3. Pemanfaatan kemajuan teknologi.

Teknik presentasi saat ini semakin meningkat seiring dengan perkembangan teknologi, maka sudah sepantasnya seorang nara sumber memanfaatkan kemajuan teknologi tersebut untuk mengoptimalkan tujuan penyampaian materi tersebut. Yang umum digunakan adalah program Power Point Microsoft Office untuk menampilkan slide-slide presentasi, cukup mudah dalam mengoperasikannya dan sangat membantu nara sumber juga peserta untuk memahami suatu esensi materi yang disampaikan.

4. Disiplin waktu dan menghargai moderator.

Disiplin waktu tidak hanya dalam kehidupan sehari-hari tetapi seorang nara sumberpun harus disiplin dalam penyampaian materi, disini diperlukan kejelian dan keativitas untuk memanfaatkan waktu yang disediakan oleh panitia pengundang. Biasanya yang terjadi adalah keasyikan dari nara sumber menyampaikan materi sehingga lupa waktu, meskipun seorang moderator sudah mengingatkan hal ini berakibat materi yang disampaikan tidak tuntas dan dampak lanjutannya adalah mengganggu jadwal pembicara lainnya bila dalam suatu seminar yang marathon dimana terdapat beberapa nara sumber pada tiap-tiap sesi secara berurutan. Selain itu seorang nara sumber harus menghargai moderator karena dalam sesi penyampaian materi seorang moderator adalah representasi dari panitia pengundang dan bertugas sebagai pengatur lalu lintas penyampaian materi dan diskusi, penentu waktu pemaparan berapa menit, diskusi berapa menit dan juga yang memperkenalkan nara sumber kepada peserta. maka sudah selayaknya seorang nara sumber bersedia diatur oleh moderator demi kelancaran dan tercapainya maksud dan tujuan kegiatan.

5. Interaktif

Nara sumber yang handal adalah nara sumber yang mampu merangsang peserta/pendengan/ audien untuk berpartisipasi dan aktif dalam diskusi tentang pokok permasalahan dalam kegiatan tersebut serta terjadi interaksi yang relatif sering antara nara sumber dengan peserta.

Demikian beberapa bahasan tentang syarat-syarat umum untuk mengoptimalisasikan peran seorang nara sumber, tentunya tulisan ini masih belum apa-apa dan seadanya tetapi minimal satu gagasan telah tertuang dalam kesederhanaan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar