30 Oktober 2009

Latar Belakang Pemilu

by a.k. wardana

POLA HUBUNGAN INDIVIDU YANG SATU DENGAN INDIVIDU YANG LAIN DALAM TATA KEHIDUPAN BERMASYARAKAT DIMULAI DARI TATARAN SEDERHANA SAMPAI KEPADA KONSEP YANG SANGAT LUAS YANG DINAMAKAN NEGARA. SETIAP INDIVIDU MEMILIKI HAK YANG DISEBUT HAK ASASI MANUSIA YAITU HAK KEHIDUPAN YANG LAYAK, HAK KESAMAAN DIMATA HUKUM, HAK KEBEBASAN BERBICARA, HAK PERLINDUNGAN ANAK, HAK KEBEBASAN BERAGAMA, HAK MEMILIH DAN LAINNYA DENGAN DASAR HUKUMNYA ADALAH UNDANG-UNDANG DASAR 1945.

AKAN TETAPI HAK INDIVIDU TERSEBUT TIDAK SERTA MERTA BEBAS SEBEBAS-BEBASNYA, KARENA KEBEBASAN YANG DIMILIKI OLEH SESEORANG DIBATASI OLEH HAK ORANG LAIN, DAN DISINI PERAN PEMERINTAH SANGAT DIBUTUHKAN UNTUK MENJAGA DAN MENGATUR TATA HUBUNGAN INDIVIDU SECARA MENYELURUH DALAM SUATU WILAYAH TERTENTU, DALAM KURUN WAKTU TERTENTU DENGAN PERANGKAT ATURAN HUKUM YANG DISEPAKATI BERSAMA YANG BERTUJUAN UNTUK MENSEJAHTERAKAN

INDIVIDU-INDIVIDU DIDALAM KELOMPOK BESAR TERSEBUT YANG DISEBUT RAKYAT ATAU MASYARAKAT DAN PERSEKUTUAN DARI INDIVIDU – INDIVIDU YANG MEMBENTUK KELUARGA GUNA MEMPEROLEH KEHIDUPAN YANG SEBAIK-BAIKNYA DISEBUT NEGARA MENURUT ARISTOTELES.

NEGARA MERUPAKAN SUATU STRUKTUR POLITIK YANG DI ATUR OLEH HUKUM YANG MENCAKUP SUATU KOMUNITAS YANG HIDUP DALAM SUATU WILAYAH DENGAN PENGADAAN DAN TATA KETERATURAN ATAU BIASA JUGA DI SEBUT HUKUM. HUKUM BAGI KEHIDUPAN NEGARA DAPAT MENDUDUKI TEMPAT ISTIMEWA DALAM MASYARAKAT MODERN. MENYATUNYA KELOMPOK- KELOMPOK MASYARAKAT DALAM BIDANG POLITIK, CULTURAL, SOCIAL, EKONOMI DAN BUDAYA ATAU BISA DI SEBUT JUGA BANGSA ( NATION ).

SUKSESI PEMINDAHAN KEKUASAAN DALAM SUATU NEGARA MEMILIKI CORAK DAN BENTUK YANG BERBEDA ANTARA NEGARA YANG SATU DENGAN NEGARA YANG LAIN, TETAPI SECARA GARIS BESAR TERDAPAT 3 BENTUK PERALIHAN KEKUASAAN DI DUNIA YAITU :

1.GARIS KETURUNAN
PERALIHAN KEKUASAAN INI DILAKUKAN DALAM SUATU NEGARA YANG MENGANUT SISTEM MONARKHI ATAU KERAJAAN, SEHINGGA PERGANTIAN KEKUASAAN SECARA MUTLAK BERDSARKAN GARIS KETURUNAN ATAU JALUR IKATAN DARAH.

2.KUDETA
COUP DE ESTATE ADALAH SUATU TINDAKAN RADIKAL YANG DILAKUKAN KELOMPOK TERTENTU YANG MELAKUKAN PEREBUTAN KEKUASAAN KEPADA PEMERINTAHAN MELALUI TINDAKAN PEMAKSAAN ATAU KEKERASAN DAN SELANJUTNYA MEMBENTUK PEMERINTAHAN YANG BARU.
TINDAKAN INI MEMILIKI IMPLIKASI YANG MENDALAM PADA TATA PEMERINTAHAN SELANJUTNYA KARENA TERDAPAT SUATU KETIDAKPUASAN DARI KELOMPOK YANG DIRUGIKAN YANG SELANJUTNYA AKAN TERJADI PEREBUTAN KEKUASAAN KEMBALI DENGAN BERBAGAI CARA TERMASUK MELALUI KEKERASAN.
ONGKOS SOSIAL YANG HARUS DIBAYAR SANGATLAH MAHAL KARENA BERHUBUNGAN KONFLIK HORISONTAL YANG SANGAT BESAR DAN LAMA DIMANA KORBAN TERBESAR ADALAH RAKYAT.

3.PEMILIHAN UMUM
UNTUK SAAT INI, PEMILIHAN UMUM DIYAKINI OLEH MASYARAKAT DUNIA SEBAGAI SATU-SATUNYA JALAN UNTUK MEWUJUDKAN KEDAULATAN RAKYAT DALAM BENTUK PEMERINTAHAN YANG DIPILIH SECARA DEMOKRATIS, MESKIPUN BIAYA PENYELENGGARAANNYA CUKUP BESAR TETAPI DAMPAK SOSIAL YANG TERJADI DI MASYARAKAT AKAN SANGAT KECIL KARENA MEKANISME PEMILIHAN UMUM DIYAKINI DAPAT MENGAKOMODIR BERBAGAI KEPENTINGAN YANG TERDAPAT DI MASYARAKAT. PEMILIHAN UMUM JUGA MERUPAKAN SARANA LEGITIMASI POLITIK DAN SARANA UNTUK MEMILIH PEMIMPIN DAN PERWAKILAN POLITIK SERTA SARANA PENGGANTIAN ELIT POLITIK DALAM KURUN WAKTU TERTENTU DAN SECARA KOMPREHENSIF MERUPAKAN SARANA PENDIDIKAN POLITI BAGI RAKYAT. DALAM PROSES PEMILIHAN UMUM, MASYARAKAT DAPAT MELALUKAN PENGAWASAN DAN BERSIFAT KRITIS KEPADA PEMERINTAH DAN PARTAI POLITIK YANG DIWUJUDKAN DALAM PARTISIPASI UNTUK MEMILIH DAN TIDAK MEMILIH.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar